Daftar Isi

    Dasar Ilmu Tanah : Erosi Tanah ; Erosi Air dan Erosi Udara, Faktor Penyebab, Cara Mengatasi



    Erosi tanah: erosi air dan erosi udara


    Pengertian Erosi Tanah 


    Erosi tanah adalah suatu proses atau peristiwa hilangnya lapisan permukaan tanah atas, baik disebabkan oleh pergerakan air maupun angin. Proses erosi ini dapat menyebabkan merosotnya produktivitas tanah, daya dukung tanah dan kualitas lingkungan hidup. Erosi adalah proses hilangnya atau terkikisnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat yang terangkut oleh air atau angin ke tempat lain. 


    Tanah yang tererosi diangkut oleh aliran permukaan akan diendapkan di tempat-tempat aliran air melambat seperti sungai, saluran-saluran irigasi, waduk, danau atau muara sungai. Erosi merupakan salah satu proses dalam DAS yang terjadi akibat dari pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan kemampuan lahan. Erosi juga merupakan salah satu indikasi untuk menentukan kekritisan suatu DAS.


    A. erosi air 


    Proses erosi oleh air dimulai pada saat tenaga kinetik air hujan mengenai air tanah. Tenaga pukulan air hujan ini yang menyebabkan terlepasnya partikel-partikel tanah dari gumpalan tanah yang lebih besar. Semakin tinggi intensitas hujan akan semakin tinggi pula tenaga yang dihasilkan dan semakin banyak partikel tanah yang terlepas dari gumpalan tanah. Tanah yang terlepas ini akan terlempar bersama dengan percikan air. benturan tetesan air hujan dengan permukaan tanah akan menghancurkan ikatan struktur tanah dan terlepas menjadi partikelpartikel tanah yang kemudian memercik bersama dengan percikan air hujan. Peristiwa ini menyebabkan tanah akan terkikis dan proses ini dikenal dengan erosi percikan air hujan atau Rain Splash Erotion, serta merupakan tahap terpenting dari proses erosi, karena merupakan awal terjadinya erosi


    Erosi yang sebabkan oleh air sungai. 


    Hal ini karena air sungai merupakan air yang mengalir atau air yang bergerak. Pergerakan air inilah yang nantinya akan menyebabkan pengikisan Pergerakan air dari tempat yang tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah tanpa kita sadari telah membawa lapisan tanah secara perlahan- lahan terangkat. Terlebih apabila arus yang dimiliki sungai sedang kuat- kuatnya. Maka dari itulah seiring dengan berjalannya waktu maka banyak tanah yang akan mengalami erosi. Erosi ini terjadi terutama setelah datangnya banjir. Setelah terjadi banjir besar maka tanah akan lebih terkena erosi daripada ketika air sungai sedang tidak banjir atau hanya normal saja.


    Erosi yang disebabkan air laut atau abrasi. 


    Yang dimaksud dengan abrasi adalah erosi yang disebabkan oleh air laut. Kita telah mengetahui jenis- jenis erosi sebelumnya (sesuai dengan yang telah dipaparkan di atas), dan salah satunya adalah erosi yang disebabkan oleh air laut. Pengertian mengenai erosi air laut atau abrasi lebih lanjut adalah suatu pengikisan pantai yang disebabkan oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang sifatnya merusak.  Dengan pernyataan ini kita mengetahui bahwasannya erosi ini merupakan suatu kejadian atau peristiwa yang tidak baik dan harus dicegah agar tidak menimbulkan kerusakan lainnya.

    Faktor yang menyebabkan erosi air laut 


    Faktor alamiah 


    laut mempunyai secam siklusnya masing- masing, dimana pada suatu periode angin bertiup sangat kencang dan menciptakan gelombang serta arus yang tidak kecil. Beberapa faktor alamiah yang dapat menyebabkan erosi air laut antara lain adalah sebagai berikut:


    Pasang surut air laut, 


    Pasang surut air laut ini pastilah merupakan hal yang akan terjadi pada lautan. Hal ini karena pasang surut air laut merupakan bagian dari siklus lautan itu sendiri. Pasang surut air laut ini akan menjadi penyebab terjadinya erosi karena kekuatan yang ditimbulkannya.


    Angin diatas lautan , 


    Adapun angin yang membawa dampak terjadinya erosi air laut ini merupakan angin yang bertiup kencang. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tentu saja, hal ini karena angin yang berhembus kencang tersebut akan memicu terjadinya gelombang yang besar.


    Arus laut yang berkekuatan, 


    Penyebab erosi air laut yang selanjutnya adalah arus laut yang berkekuatan atau arus laut yang kuat. Arus laut yang kuat juga akan menyebabkan terjadinya erosi air laut atau abrasi hal ini karena kekuatannya yang mampu membuat tanah maupun batuan terkikis. Selain itu gelombang laut yang terkadang mengangkut benda- benda padat juga bisa membentur ke karang sehingga lama kelamaan akan menyebabkan terkikisnya karang tersebut.


    Pencegahan abrasi 


    Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya abrasi, yakni sebagai berikut


    Penanaman dan pemeliharaan pohon bakau


    Pemeliharaan terumbu karang


    Pelarangan tambang pasir

    B. erosi angin 


    Erosi yang disebabkan angin biasa disebut deflasi Jenis pengikisan atau erosi yang ketiga adalah yang disebabkan oleh angin. Tanpa kita sadari, perlahan- lahan angin dengan kekuatannya bisa mengangkat partikel- partikel yang dimiliki oleh tanah untuk kemudian dipindahkan ke tempat yang lain. Akibatnya, seiring dengan berjalannya waktu  tanah tersebut nantinya akan terkikis, dan inilah yang disebut dengan erosi. Erosi yang disebabkan oleh angin ini kita kenal dengan istilah deflasi. Deflasi banyak terjadi terustama di daerah yang mempunyai cukup angin yang besar.


    Deflasi menyebabkan gumuk pasir tidak pernah berbentuk simetris, bentuknya selalu sesuai dengan arah angin yang datang. Adanya deflasi tentu membawa keunikan sendiri bagi wilayah pesisir. karena tentu akan membuat setiap gumuk pasir yang ada di setiap wilayah berbeda dengan wilayah lainnya, dan akan menjadi potensi wisata yang potensial bagi masingmasing wilayah tersebut, erosi angin atau bisa disebut dengan deflasi adalah proses terkikis dan terangkutnya batuan atau tanah yang disebabkan oleh tenaga dari angin. Masih dari sumber yang sama, ia mengatakan bahwa proses erosi oleh angin ini hanya terjadi di daerah yang kering seperti daerah gurun pasir dan pantai berpasir. Erosi angin yang terjadi di daerah berpasir ini yang mengakibatkan terbentuknya bukit-bukit pasir. 


    Faktor - faktor Yang Menyebabkan  Erosi Angin


    Faktor-faktor yang mempengaruhi erosi angin adalah bongkahan, residu tanaman, faktor tanah, penahan, kecepatan angin, dan guludan. Faktor bongkahan merupakan jumlah serta ukuran dari bongkahan yang ada. Semakin kecil ukuran bongkahan akan membantu proses erosi, sebaliknya apabila bongkahan terlalu besar maka akan memecah angin yang datang. Faktor residu tanaman merupakan jumlah serta tipe dari tanaman yang ada di atas tanah.


    Selain itu, pengolahan tanah juga termasuk dalam faktor ini. Faktor tanah terdiri dari bahan organik, kandungan CO3, dan kandungan liat. Faktor guludan akan dapat memecah angin yang datang. Faktor kecepatan angin akan semakin berpengaruh apabila kecepatan angin semakin tinggi. Erosi dapat terjadi apabila kecepatan angin lebih dari 15 mph. Dan faktor yang terakhir yaitu penahan juga berperan dalam memecah angin sehingga efek dari erosi angin berkurang.


    Cara Mengatasi Erosi Angin 


    Untuk pengelolaan yang digunakan agar dapat menekan erosi ini adalah dengan cara melakukan pengolahan lahan dengan baik serta melakukan pemeliharaan terhadap vegetasi atau residu vegetatif, menggunakan tanaman penutup untuk melindungi saat musim semi dan musim dingin, membawa dan menghasilkan gumpalan atau agregat ke permukaan tanah, sebisa mungkin mengubah permukaan tanah dengan mengeraskannya menjadi bentuk yang tegak lurus dengan arah angin yaang berlaku pada suatu tempat, dan mengurangi lebarnya bidang permukaan tanah.


    Artikel Terkait:

    Jadilah komentator pertama!
    Urut dari yang terbaru terlama terbaik

    Terbaru

    Terlama

    Terbaik